Minggu, 10 Januari 2010

Transaksi Dinar Dirham di Indonesia

Dinar Dirham Indonesia
Saya baru tahu hari ini setelah baca Jawa Pos edisi cetak 9 Januari 2010, ternyata di indonesia sudah mulai ada yang menggunakan dinar dan dirham sebagai alat pembayaran sehari-hari. Dan kebetulan saya menulis post ini pada HUT pertama Jaringan Wirausahawan Dinar-Dirham Nusantara atau lebih dikenal sebagai JAWARA.

Satu dinar adalah keping emas seberat 4,25 gram dan satu dirham adalah keping perak seberat 2,975 gram. Kurs saat tulisan ini dibuat adalah Rp 1,4475 juta untuk satu dinar, dan Rp 29.350 untuk satu dirham.

JAWARA saat ini terus memasyarakatkan penggunaan Dinar-Dirham sebagai alat pembayaran seperti uang kertas. Jaringan ini didukung oleh jasa penukaran dinar dirham Wakala Induk Nusantara yang sudah tersebar di Jawa dan Bali.

Keuntungan dinar dan dirham adalah nilainya yang selalu naik dan tidak terpengaruh inflasi. Kita bisa memanfaatkannya sebagai investasi sekaligus bisa kita pakai untuk transaksi langsung layaknya uang kertas. Keping dinar yang tersedia saat ini adalah ½, 1, 2 dinar, dan untuk dirham ada 1 dan 2 dirham dan 1 khamsa (5 dirham).

Jumat, 01 Januari 2010

Selamat datang 2010

Selamat tahun baru 2010, kita buka lembaran baru dengan semangat terus maju, apa yang telah lalu kita renungkan untuk diperbaiki. Harapan kita semua semoga tahun ini segalanya lebih baik dari tahun-tahun kemarin.

Minggu, 27 Desember 2009

Radio WiFi "NanoStation Loco" dengan software Edimax

Kemaren diminta bantuan teman untuk pasang radio wifi di sisi client menggunakan radio Nano Station Loco dari Ubiquity. Karena tidak ada buku, dan ip dari radio tidak diketahui, maka butuh netscan untuk mengetahui ip address dan berhasil dideteksi dengan ip 192.168.2.1, namun setelah diakses dan memasukkan user dan password ternyata yang muncul malah tampilan setting untuk access point Edimax.

Karena tidak yakin dan mengira ini karena kesalahan memory cache, maka kami ganti mengakses dengan laptop lain, tetapi yang muncul tetap sama. Maka kami mencoba sambung ke AP, dan setelah utak-atik dan mengganti ip, karena ip sama dengan ip AP (sekaligus gateway) akhirnya bisa juga sambung.

Dari pengalaman di atas, kami baru memastikan ternyata memang software yang terinstal di Loco tersebut benar benar software radio wifi Edimax. Ini terasa janggal dan aneh.

Pembuatan Antena Omni 14dBi 2,4GHz Modifikasi

Pembuatan antenne omni 14dB ini saya praktekkan berdasar komentar #19 oleh bapak Paulus Nuzul Nugroho S.Psi di Ngoprek.org. Saya memberanikan diri untuk langsung mempraktekannya berdasarkan pemahaman saya sendiri, karena setelah menunggu lama tidak ada balasan dari pak Paulus setelah saya e-mail dan tanya cara pembuatannya.

Baik, langsung saja saya paparkan apa yang telah saya praktekkan pada pertengahan Mei 2009 lalu, uraian di bawah ini sebagian saya edit dari ngoprek.org dan saya sesuaikan dengan yang dipaparkan komentar #19 oleh bapak Paulus Nuzul Nugroho S.Psi.

Pertama persiapan peralatan dan bahan yang diperlukan berupa paralon 1 1/4 inch 1,5 meter, 2 buah dop paralon 1 1/4 inch untuk tutup ujung-ujung paralon, pipa kapiler AC 6mm atau 1/4 inch, busa kapiler AC 1,5 meter, kabel coaxial RG6U 2m, plat tembaga 0,5 mm, cutter, cutter pipa kapiler. timah dan solder besar, Bor, gunting plat, N female konektor.

1 bikin omni 14dB 2,4GHz

Kedua buatlah 20 potong pipa tembaga dengan ukuran 4,7 cm, kemudian potong 20 potong kabel coaxial RG6U ukuran 6,7 cm, kupas kulit luar dan serabut sehingga tinggal isolasi dan kabel tengahnya, kupas isolasi sepanjang 1 cm pada ujung-ujung potongan kabel sehingga panjang isolasi 4,7 cm, masukkan potongan kabel ke dalam pipa tembaga, bikin 19 pasang saja, yang satu pasang kita buat pada uraian keempat. Susun dan solder ke 19 elemen di atas dengan jarak antar pipa tembaga kurang lebih 2,5 mm dengan susunan silang, ujung kabel bertemu dengan pipa kapiler berikutnya, dan pipa kapiler bertemu dengan ujung kabel berikutnya.

1 bikin omni 14dB 2,4GHz

Ketiga pembuatan bagian bawah antena, potong pipa capiler sepanjang 3 cm sebanyak 6 buah, potong plat tembaga berbentuk lingkaran dengan ukuran 3 kali diameter pipa kapiler AC, dan lubangi tengahnya seukuran pipa kapiler, buat elemen seperti langkah kedua di atas tetapi dengan ukuran pipa 7,8 cm dan kabel 9,8 cm, masukkan plat tembaga dengan jarak bagian bawah sepanjangan 3,5cm dan solder bagian bawah, rangkai 6 pipa kapiler seperti revolver di atas plat tembaga dan solder antar pipa-pipa tersebut dan solder juga ke pelat tembaga di bawahnya, pasang N konektor di bagian bawah dan buat pelat tembaga untuk grondnya kemudian sambungkan dengan 19 elemen yang telah jadi.

1 bikin omni 14dB 2,4GHz

Keempat, dari langkah kedua tadi masih tersisa 1 elemen, kupas lagi spon kabel sampai pada posisi tengah dari panjang kabel, buat lubang pada posisi tengan pipa kapiler untuk keluar kabel, masukkan kabel ke pipa dan bengkokkan kabel keluar pipa melalui lubang tadi, kemudian solder dan rapikan, dan sambung dengan elemen lainnya pada posisi paling atas. Bagian ini berfungsi sebagai pengganti kabel stup pada posisi elemen bawah.

1 bikin omni 14dB 2,4GHz


1 bikin omni 14dB 2,4GHzTerakhir pengemasan, setelah semua elemen terangkai, masukkan kedalam busa kapiler dan masukkan ke dalam pipa paralon, tutup kedua ujung paralon dengan dop paralon, dan pada dop paralon bagian bawah N female konektor dipasang.
Jangan lupa bikin kabel pigtail sepanjang 40,3 cm. Kalau saya kabel pigtail langsung saya solder ke elemen paling bawah, jadi tanpa N conector Female, sehingga kabel menyatu dengan antenna.

Hasil antenna seperti gambar. Untuk tes hasil, baru bisa saya lakukan pada 22 November lalu saya menggunakan radio Edimax EW-7206 APg dengan power 50% (50mW)dan pada ketinggian kurang lebih 7m saya bisa connect dan browsing ke AP dengan jarak udara 3 km, mohon maaf belum tahu kekuatan sinyal saya pada sisi AP, tetapi yang pasti bisa browsing lancar.

Kamis, 10 April 2008

Cara Memperbaiki Kualitas dalam Memperpanjang Kabel USB dengan Kabel UTP

Pengalaman pribadi ini berawal ketika saya ingin membuat antenna wajanbolic, sebab jarak rumah dengan access point atau free hotspot relatif dekat (alun-alun kota seluruh Jawa Timur sejak 10 November 2007 sudah dipasang free hotspot oleh Speedy).

Setelah browsing internet dan ilmu tentang wajanbolic dirasa cukup, saya membuat antenna parabola dari mesh aluminium, saya tidak akan cerita detil pembuatan antennanya karena sudah banyak website tentang itu. Saya akan berbagi pengalaman dalam memperpanjang kabel USB dangan kabel UTP.

Untuk peralatan Wireless saya menggunakan USB Wi-Fi Adapter merk TPLink model TL-WN321G. Kabel yang saya gunakan merk Belden 15 meter. Kualitas kabel juga sangat berpengaruh terhadap hasil. Awalnya saya mengikuti cara yang umum diceritakan di internet dengan memotong kabel USB menjadi 2 bagian dan menyambung (disolder) dengan kabel UTP dengan rincian :
- USB hitam -- UTP biru, biru-putih, coklat, coklat-putih
- USB hijau -- UTP hijau
- USB putih -- UTP hijau-putih
- USB merah -- UTP oranye, oranye putih.

Setalah jadi hasilnya ternyata USB wi-fi kadang terdetect kadang unrecognized. Dari permasalahan ini kemudian saya menyambung langsung kabel UTP dengan connector USB dengan membuang kabel USB yang asli.

Saya menyimpulkan dari pengalaman ini bahwa kualitas sambungan meningkat dengan menghindari banyak sambungan. Mungkin rekan-rekan ada yang ingin mencoba untuk kabel yang lebih panjang, saya tunggu untuk berbagi pengalaman di sini. Semoga tulisan ini bermanfaat.